Pemberontakan PKI Madiun 1948

    Pemberontakan PKI                 Madiun 1948

1. Latar Belakang Terjadinya Pemberontakan PKI Madiun

  PKI merupakan partai politik yang telah ada sejak zaman pergerakan nasional, yang bermula dari sebuah organisasi gerakan perlawanan bernama Indische Sosiale Democratie Veereninge (ISDV), lalu setelah kemerdekaan berlanjut menjadi sebuah partai bernama PKI. Didirikannya PKI pada masa pergerakan nasional padamulanya memiliki tujuan yang sama seperti partai lain, yaitu melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Hindia Belanda, dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan kekuasaan penjajah. Namun setelah berakhirnya masa proklamasi,  golongan sayap kiri terlempar dari pengaruh pemerintahan, PKI menjadi partai oposisi dan bergabung dengan partai serta organisasi kiri lainnya dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang didirikan oleh Amir Syarifuddin pada bulan Februari 1948.

   Setelah kemerdekaan, PKI berkeinginan untuk menyebarluaskan pengaruhnya ke daerah di Indonesia. Namun pada praktiknya PKI melakukan penyimpangan yang berlawanan terhadap ideologi Pancasila yang di usung oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Penyimpangan yang dilakukan PKI yaitu bertujuan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai negara yang berideologi komunis. Pada aksi dan upaya PKI dalam meraih kekuasaan seringkali dilakukan secara tidak sehat dan sering menimbulkan konfrontasi dengan pemerintah maupun partai lain yang berideologi golongan kanan. Di tengah-tengah penyimpangan yang dilakukan PKI, muncul seorang tokoh komunis yaitu Musso, yang baru kembali dari moskwa dengan menawarkan doktrin "Jalan Baru" kepada PKI, setelah itu PKI menyetujui strategi yang ditawarkan Musso. Lalu Setelah disepakatinya persetujuan tersebut, PKI mengangkat Musso sebagai ketua Comite Central PKI (CC PKI). Dibawah kekuasaan Musso ia mengangkat Amir Syarifuddin sebagai sekretaris pengurus bidang pertahanan, yang sebelumnya ia menjabat sebagai mentri pertahanan pemerintah dan ketua pendiri Front Demokrasi Rakyat (FDR). Dibawah strateginya, Musso mulai melakukan pidato-pidato yang berbau propaganda dengan tujuan untuk menjatuhkan derajat pemerintah Republik Indonesia, sampai hingga puncaknya ia membawa PKI ke dalam pemberontakan bersenjata yang dicetuskan dimadiun pada Tahun 18 September 1948.






Gambar  1.1 Tokoh yang terlibat dalam pemberontakan PKI Madiun, (kiri) Musso-(kanan) Amir Syarifuddin.

2. Tokoh-tokoh dan perannya dalam pemberontakan PKI Madiun

    Tokoh yang terlibat dalam pemberontakan yaitu muso sebagai ketua sekaligus otak dibalik pemberontakan, Amir Syarifuddin pendiri FDR dan sekretaris yang mengurus bidang pertahanan PKI, Suripso yang bertugas sebagai pemegang kendali urusan luar negeri, M.H. Lukman sebagai pimpinan sekretariat agitrasi dan propaganda, D.N. Aidit bertugas sebagai pengurus buruh, dan Njoto menjabat sebagai Wakil PKI.

3. Upaya penyelesaian yang dilakukan pemerintah terhadap pemberontakan PKI

  Dalam tindakan penyelesaian sukarno dan Hatta membuat pilihan bagi rakyat untuk memilih apakah Sukarno dan Hatta sebagai pemimpin atau PKI. Dan rakyat tetap memilih Sukarno dan Hatta sebagai pemimpin, maka dengan hal itu Sukarno memerintahkan kepada TNI untuk menumpas Pemberontakan PKI. Dibawah pimpinan A.H. Nasution Operasi militer dilaksanakan pada 20 September 1948 di madiun yang dipelopori Divisi Siliwangi dan dalam waktu 3 hari kemudian pasukan berhasil mendesak mundur pemberontak. Musso terbunuh dan Amir Syarifuddin tertangkap, Namun tokoh muda PKI Aidit dan Lukman melarikan diri.
 


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR

Hak dan Kewajiban warga negara menurut Pancasila